
Pada Jumat pagi, sentimen pasar tetap sedikit positif karena trader memperhitungkan suku bunga yang lebih rendah serta meredanya ketegangan perdagangan dan geopolitik pada 2026. Namun, momentum masih lemah karena sebagian besar pelaku pasar profesional masih dalam suasana liburan dan diperkirakan kembali beraktivitas penuh pada Senin, 5 Januari.
Dari sisi data, pasar di Tiongkok daratan dan Selandia Baru tutup karena libur. Di Australia, Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur bulan Desember bertahan di 51,6, tetap berada di zona ekspansi dan menunjukkan ketahanan yang moderat.
Di Korea Selatan, Gubernur Bank of Korea (BoK) Rhee Chang-yong memperingatkan bahwa pelemahan won Korea Selatan yang berlebihan dapat merugikan bisnis domestik dan menambah tekanan inflasi. Sementara itu, PMI Manufaktur bulan Desember naik ke 50,1, kembali ke zona ekspansi setelah dua bulan berada di bawah ambang batas 50, didukung oleh permintaan ekspor yang lebih kuat.
Dalam berita perdagangan, Trump TACO kali ini terkait pasta: pemerintah AS mundur dari rencana tarif atas pasta Italia setelah mendapat penolakan dari industri. Hal ini mengurangi risiko gangguan perdagangan dalam waktu dekat dan menandakan fleksibilitas dalam penerapan kebijakan perdagangan, meski tarif yang masih berlaku dan ketidakpastian peninjauan tetap memengaruhi hubungan perdagangan UE-AS.
PMI Manufaktur Australia kembali bertahan di 51,6 pada Desember, disertai perekrutan yang lebih cepat dan tekanan inflasi yang menguat. Ini menunjukkan ketahanan yang moderat, tetapi tekanan biaya masih berlanjut hingga awal 2026. Produksi meningkat untuk bulan kedua, didukung oleh pesanan baru, meski pertumbuhannya melambat dan pesanan ekspor turun tipis untuk bulan keempat berturut-turut akibat melemahnya permintaan luar negeri.
Tiongkok memberlakukan tarif 55% atas impor daging sapi berlebih sebagai bagian dari mekanisme perlindungan baru selama tiga tahun. Kebijakan ini berisiko memengaruhi sentimen terhadap Dolar Australia (AUD) dan berpotensi mengubah arus perdagangan daging sapi global.
Dengan latar belakang tersebut, Indeks Dolar AS (DXY) kesulitan memperpanjang kenaikan selama dua hari berturut-turut. Harga emas pulih dari level support dua bulan. EURUSD bangkit dari level terendah satu minggu, tetapi momentumnya masih terbatas; GBPUSD tetap tertekan, sedangkan USDJPY naik untuk hari ketiga. AUDUSD pulih dari level terendah satu minggu, NZDUSD bergerak terbatas, dan USDCAD berhenti sejenak setelah tren naik selama tiga hari. Sementara itu, harga minyak mentah naik tipis, mata uang kripto menguat sedikit, dan saham Asia-Pasifik bergerak naik secara bertahap.



EURUSD kesulitan menguat meski Presiden AS Donald Trump memberikan keringanan tarif untuk Italia. Trader menantikan angka final Indeks Manajer Pembelian (PMI) bulan Desember di tengah suasana liburan akhir tahun, sikap European Central Bank (ECB) yang beragam, serta ketidakpastian yang masih berlangsung terkait prospek perdamaian Ukraina-Rusia.
Sementara itu, GBPUSD tetap tertekan akibat kekhawatiran fiskal di Inggris dan komentar hati-hati terbaru dari pejabat Bank of England (BoE).
USDJPY tetap menguat untuk hari ketiga berturut-turut seiring trader menilai ulang sikap hawkish Bank of Japan (BoJ). Sementara itu, suasana pasar yang sedikit positif mengurangi permintaan terhadap Yen Jepang sebagai aset safe haven.
AUDUSD pulih dari level terendah pekan ini meski data Indeks Manajer Pembelian (PMI) Australia beragam, karena suasana risk-on mendukung mata uang yang menjadi barometer risiko tersebut, terutama berkat indikasi stimulus dari Tiongkok. Namun, NZDUSD tidak mengikuti penguatan Dolar Australia meski minim katalis utama. Sementara itu, USDCAD mengakhiri kenaikan selama tiga hari berturut-turut karena harga minyak mentah yang lebih kuat dan sikap dovish Federal Reserve (Fed) membebani Dolar AS.
Harga emas memulai 2026 dengan posisi yang lebih kuat, naik lebih dari 1,0% pada hari ini setelah melonjak 65% pada 2025. Pasar masih memilih logam mulia ini di tengah ketidakpastian makroekonomi. Selain itu, permintaan ETF, penembusan teknikal, dan pembalikan dari garis support dua bulan turut menopang bias bullish terhadap emas.
Harga minyak mentah naik tipis setelah turun hampir 20% pada 2025, seiring pasar memperhitungkan ketegangan geopolitik dan kebijakan pemangkasan pasokan OPEC+. Namun, ekspektasi kembalinya Rusia ke pasar minyak di tengah harapan tercapainya kesepakatan damai Ukraina-Rusia, serta kekhawatiran terhadap prospek permintaan Tiongkok, membatasi pemulihan.
Sementara itu, saham diperdagangkan sedikit lebih tinggi mengikuti Wall Street. Trader mengharapkan kinerja saham teknologi yang lebih kuat pada 2026 dan menilai suku bunga yang lebih rendah akan mendukung sektor manufaktur serta sektor lainnya.
Cryptocurrency juga mengawali 2026 dengan kenaikan moderat setelah kinerja yang lemah tahun lalu, didukung oleh ekspektasi kebijakan Trump yang menguntungkan dan meningkatnya permintaan terhadap exchange-traded fund (ETF) untuk aset digital.
Meski sebagian besar pasar global buka, suasana liburan dan minimnya data ekonomi yang dirilis dapat membuat aktivitas trading pada hari Jumat lesu.
Rilis angka final Indeks Manajer Pembelian (PMI) bulan Desember dari sejumlah ekonomi utama akan menjadi sorotan dalam kalender ekonomi dan dapat mendorong pemulihan Dolar AS, yang mungkin menekan harga cryptocurrency. Saham kemungkinan mengawali tahun dengan sedikit penguatan, tetapi momentum kenaikannya mungkin terbatas.
Memasuki 2026, dolar tampak rentan. Menjelang pemilihan paruh waktu AS, kebijakan fiskal kemungkinan akan semakin ekspansif karena para pembuat kebijakan berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi dan pasar saham. Pada saat yang sama, tekanan dari Gedung Putih terhadap Federal Reserve (Fed) agar memangkas suku bunga secara agresif diperkirakan meningkat. Ekspektasi bahwa ketua Fed yang ditunjuk Gedung Putih akan menjabat pada akhir tahun ini semakin memperkuat pandangan bahwa kebijakan moneter akan lebih akomodatif. Dalam situasi ini, kepercayaan terhadap dolar dapat semakin melemah, sehingga aset non-USD, terutama logam mulia, berpotensi diuntungkan.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!