
USDJPY mengakhiri tren naik selama tiga minggu saat trader menantikan PDB Jepang kuartal IV dan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS. Pasangan ini mencatat penurunan tipis pada akhir perdagangan Jumat. Pembalikan arah dari 50-DMA berperan besar dalam memicu tekanan bearish, tetapi peluang bagi bull masih terbuka karena pasangan ini bertahan di atas garis resistance sebelumnya dari akhir November, di sekitar 129.00. Sekalipun pasangan ini menembus garis resistance yang kini menjadi support, level terendah Januari di sekitar 127.20 dan level terendah Mei 2022 di dekat 126.35 akan menjadi rintangan penting yang harus ditembus seller sebelum mengambil kendali. Perlu dicatat bahwa RSI tampak relatif stabil dan mendukung penembusan garis tren.
Sebagai alternatif, MA 50 hari di sekitar 132.30 tampaknya menjadi resistance terdekat yang membatasi kenaikan USDJPY. Setelah itu, puncak Januari di dekat 134.80 dan MA 200 hari di dekat 136.80 dapat menjadi tantangan tambahan yang harus dilewati para bull sebelum mengambil alih kendali. Perlu dicatat bahwa level retracement Fibonacci 50% dari kenaikan pasangan ini pada Mei–Oktober 2022, di sekitar 139.10, berada sebelum angka bulat 140.00 dan menjadi pertahanan terakhir bagi para bear pada pasangan ini.
Secara keseluruhan, para pelaku bearish USDJPY tampak kurang yakin menjelang rilis data dan peristiwa penting.