Logout
Apakah anda yakin mau keluar?

3 Saham Siklikal Terbaik untuk Investasi pada 2022

Apa itu saham siklikal dan bagaimana cara berinvestasi di dalamnya? Dari istilahnya, jelas bahwa saham ini bergantung pada siklus. Kita semua tahu bahwa ekonomi bergerak melalui berbagai siklus, yaitu ekspansi (pertumbuhan berkelanjutan), puncak (pertumbuhan melambat), kontraksi (resesi atau penurunan), dan titik terendah (peralihan dari penurunan menuju pemulihan).

None

Setiap tahap dapat berdampak besar pada berbagai industri dan sektor karena hubungannya yang erat dengan ekonomi. Karena itu, saham dari industri dan sektor tersebut juga bersifat siklikal. Hari ini, kita akan membahas saham siklikal dan menyajikan daftar saham siklikal terbaik yang dapat dipertimbangkan pada 2022.

Apa Itu Saham Siklikal?

Saham siklikal berkaitan erat dengan bisnis atau industri tertentu. Ketika bisnis tersebut mengalami resesi atau pertumbuhan, saham siklikal juga mengikuti pola yang sama. Akibatnya, keuntungan cenderung lebih tinggi selama fase ekspansi dan lebih rendah ketika terjadi resesi atau penurunan.

Agar lebih jelas, berikut beberapa industri dan bidang utama yang mencakup bisnis siklikal (dan sahamnya):

  • Bisnis perhotelan dan pariwisata. Ini mencakup restoran, hostel, hotel, layanan pemesanan, dan sebagainya. Bisnis ini sepenuhnya bergantung pada kemampuan masyarakat untuk bepergian atau makan di luar, yang dipengaruhi oleh siklus ekonomi.
  • Maskapai penerbangan. Situasinya hampir sama dengan bisnis perhotelan dan pariwisata. Saat ekonomi mengalami resesi, lebih sedikit orang yang memiliki dana cukup untuk bepergian dengan pesawat.
  • Ritel. Industri ini sangat bergantung pada daya beli masyarakat, yang menentukan seberapa banyak mereka membelanjakan uang untuk produk ritel.
  • Produsen mobil. Saat resesi, semakin banyak orang memilih untuk tidak membeli mobil baru. Hal ini dapat menyebabkan harga saham produsen mobil turun.
Kondisi trading terbaik di industri
Bonus deposit
hingga 200% Bonus deposit 
hingga 200%
Spread
mulai dari 0 pip Spread 
mulai dari 0 pip
Salinan penghargaan
Platform trading Salinan penghargaan
Platform trading
Bergabung sekarang juga

Perusahaan IT, produsen teknologi, bank, dan perusahaan manufaktur juga dapat digolongkan sebagai bisnis siklikal dalam berbagai tingkat. Namun, beberapa perusahaan berhasil meningkatkan penjualan bahkan selama resesi, seperti Walmart. Artinya, saham siklikal ini termasuk yang terbaik untuk dipilih karena tidak terlalu terpengaruh oleh perubahan siklus.

3 Saham Siklikal Teratas untuk Dipantau pada 2022

Siklus ekonomi dapat memengaruhi sektor apa pun. Selain itu, kita juga perlu mempertimbangkan faktor-faktor lain. Berikut daftar saham siklikal terbaik, yang mencakup aset-aset yang berkinerja baik selama berbagai siklus pergerakan ekonomi.

Walt Disney (NYSE: DIES)

The Walt Disney Company adalah raksasa hiburan yang dikenal di seluruh dunia. Resesi dapat memengaruhi bisnis perusahaan yang mencakup taman hiburan dan layanan konsumen.

Pada saat yang sama, begitu kondisi ekonomi membaik, permintaan yang sangat besar akan mendorong harga saham melonjak kembali. Mereka yang memantau situasi selama pandemi mungkin melihat penurunan tajam pada layanan perusahaan saat taman-tamannya ditutup. Namun, setelah pembatasan terkait virus corona berakhir, orang-orang tentu akan kembali berbondong-bondong pada 2022.

Expedia (NASDAQ: EXPE)

Expedia adalah operator situs perjalanan yang populer. Saat ini, perusahaan ini menjalankan beberapa proyek global. Seperti yang telah disebutkan, industri perjalanan sangat terpengaruh oleh resesi maupun ekspansi ekonomi. Ketika pertumbuhan ekonomi melambat, situs-situs Expedia mengalami penurunan trafik yang tajam, terutama karena pembatasan COVID.

Namun, pembatasan tersebut hampir seluruhnya dicabut dan orang-orang akan semakin ingin bepergian pada 2022. Hal ini tentu akan mendorong harga saham siklikal perusahaan naik.

Nucor (NYSE: NUE)

Nucor adalah produsen baja ternama. Kinerja perusahaan ini sangat bergantung pada siklus ekonomi. Saat ekonomi tumbuh atau menyusut, permintaan baja pun naik atau turun seiring dengan kondisi ekonomi. Selama resesi, produsen mobil dan perusahaan manufaktur lainnya membutuhkan lebih sedikit baja sebagai upaya menghemat biaya.

Namun, setelah ekonomi pulih, permintaan baja akan meningkat, mendorong perkembangan infrastruktur dan volume produksi negara serta prospek investasi pada 2022.

Materi ini tidak memuat dan tidak boleh ditafsirkan sebagai memuat nasihat investasi, rekomendasi investasi, penawaran atau ajakan untuk melakukan transaksi apa pun dalam instrumen keuangan. Sebelum mengambil keputusan investasi, Anda sebaiknya meminta saran dari penasihat keuangan independen untuk memastikan bahwa Anda memahami risikonya.