
Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan bersatu untuk menantang dominasi USD dan mendorong tren dedolarisasi.
Gagasan ini baru-baru ini disampaikan oleh Jim O'Neill, mantan ekonom di Goldman Sachs. Ia mengatakan BRICS akan memperluas bloknya, yang pada akhirnya dapat membuat negara-negara anggotanya berupaya menandingi USD dengan mata uang nasional mereka.
Sebenarnya, kini kita melihat China mengambil langkah khusus ini, mengingat tindakan mereka terhadap yuan saat ini. Rusia juga menyatakan dukungan terhadap strategi tersebut setelah mengatakan bahwa gas harus dibayar dalam rubel.
Dominasi dolar AS telah berdampak negatif dan mengacaukan kebijakan moneter negara-negara lain. Karena itu, blok BRICS dipastikan akan melawan kondisi ini. Negara-negara anggota blok tersebut tidak siap menerima dominasi global dolar yang telah melampaui batas.



Selain itu, The Fed mengambil berbagai tindakan saat menaikkan atau menurunkan suku bunga. Tindakan ini juga memengaruhi nilai USD dan menimbulkan dampak berantai yang signifikan. Tahun ini, kita berulang kali melihat dampak nyata dari kebijakan suku bunga Federal Reserve. Suku bunga kebijakan utama dinaikkan dari sekitar 0 ke kisaran 4.75%-5%.
Akibatnya, beberapa negara terbebani oleh dominasi dolar, mengingat utang pemerintah dalam USD terus meningkat dan kebijakan moneter yang tidak stabil menjadi sorotan.
Blok yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan akan menentang situasi ini dan membentuk lingkungan keuangan global dengan banyak mata uang. Selain itu, organisasi tersebut berencana untuk melibatkan negara-negara berkembang lainnya, seperti Turki, Meksiko, Vietnam, Pakistan, Indonesia, dan negara lainnya.
BRICS menetapkan persyaratan keanggotaan yang cukup ketat, mencakup isu iklim, bidang kesehatan, perdagangan, dan keuangan. Puluhan negara mungkin ingin bergabung dengan blok ini. Iran dan Arab Saudi termasuk negara yang kemungkinan akan bergabung dalam waktu dekat.
Dengan kata lain, organisasi ini bukan sekadar kelompok negara dengan perekonomian berkembang dan populasi besar. Organisasi ini merupakan blok negara yang berpotensi kuat, memiliki iklim yang mendukung, serta kaya sumber daya, sehingga dapat membentuk kekuatan ekonomi global yang baru.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!