
Sentimen pasar tetap sedikit positif pada awal Selasa, karena para trader masih optimistis setelah laporan ketenagakerjaan AS yang lemah pada Jumat meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve (Fed). Saham teknologi memimpin penguatan dan mendorong Nasdaq mencetak rekor tertinggi baru, sementara Dow Jones dan S&P 500 ditutup sedikit lebih tinggi. Namun, optimisme ini tertahan oleh sikap hati-hati menjelang acara Apple, ketegangan politik di Prancis dan Jepang, serta perkembangan terkait Presiden AS Donald Trump.
Trader kini memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga sebesar 0,25% pada 17 September. Sebagian memperkirakan dua pemangkasan lagi masing-masing sebesar 0,25% dalam rapat-rapat tersisa tahun ini. Perkiraan ini berbeda dengan data terbaru dari NY Fed, yang menunjukkan ekspektasi inflasi konsumen untuk setahun ke depan naik menjadi 3,2% dari 3,1%. Sementara itu, Employment Trends Index pada Agustus turun menjadi 106,41 dari 107,55, yang mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja melemah.
Renaissance Macro Research menyoroti pergeseran kekhawatiran di pasar tenaga kerja—dari PHK ke berkurangnya perekrutan. Riset tersebut mengutip Survei Ekspektasi Konsumen NY Fed yang menyatakan, “Meski risiko kehilangan pekerjaan masih rendah, perkiraan peluang untuk mendapatkan pekerjaan baru setelah terkena PHK anjlok menjadi 44,9%, level terendah yang pernah tercatat.”
Mahkamah Agung AS memberi wewenang kepada Presiden Trump untuk memberhentikan Komisaris FTC Rebecca Kelly Slaughter, sekaligus untuk sementara memblokir putusan pengadilan yang lebih rendah. Hal ini memicu kekhawatiran mengenai independensi lembaga-lembaga federal, termasuk Fed, dan menambah tekanan terhadap dolar AS. Trump juga mengatakan bahwa ia siap memberlakukan sanksi tahap kedua terhadap Rusia. Secara terpisah, AS dan Pakistan menandatangani kesepakatan senilai $500 juta terkait mineral kritis, termasuk rencana pembangunan kilang.
China berfokus pada stabilitas mata uang dan energi bersih, sembari mengadakan pembicaraan perdagangan mendalam dengan Kanada untuk mempererat hubungan ekonomi.
Di Jepang, pemungutan suara untuk memilih ketua Partai Demokrat Liberal (LDP) secara menyeluruh sedang berlangsung, melibatkan anggota parlemen dan 100.000 anggota akar rumput. Negosiator perdagangan Akazawa menyebutkan bahwa tarif AS atas barang-barang Jepang, termasuk mobil, akan diturunkan paling lambat pada 16 September.
Di Prancis, Perdana Menteri François Bayrou kalah dalam pemungutan suara mosi tidak percaya, dan Fitch akan meninjau peringkat kredit Prancis Jumat ini.
Perdana Menteri Israel Netanyahu mengatakan bahwa pasukan militer sedang berkumpul di sekitar Kota Gaza. Presiden China Xi Jinping menyerukan keterbukaan dan kerja sama yang saling menguntungkan, sekaligus secara tidak langsung mengkritik kebijakan perdagangan AS dalam komentarnya di KTT BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) yang digelar secara virtual.
Penjualan ritel Inggris dengan basis like-for-like naik 3,1% pada Agustus, laju tercepat tahun ini di luar periode Paskah.
Australia merilis data yang beragam: kondisi bisnis membaik menjadi +7, laba naik 4%, dan tekanan biaya mereda menjadi 1,1%. Namun, sentimen konsumen Westpac turun 3,1% secara bulanan. Salah satu bank besar Australia mengumumkan rencana untuk memangkas 3.500 pekerjaan pada 2026, menandakan penyesuaian ekonomi masih berlangsung. Di Selandia Baru, volume penjualan manufaktur turun 2,9% pada kuartal II setelah naik 4,8% pada kuartal sebelumnya.
Emas mencatat rekor tertinggi baru di atas $3.600, didukung oleh ekspektasi kebijakan Fed yang dovish dan pelemahan dolar. Sejumlah analis melihat kemungkinan harga emas mencapai $5.000 jika kekhawatiran terhadap independensi Fed meningkat. Indeks Dolar AS (DXY) turun ke level terendah tiga pekan, mendukung emas, mata uang utama, dan minyak mentah yang melanjutkan pemulihannya. Aset kripto juga sedikit menguat. BTC memperpanjang reli selama dua hari, sementara ETH masih bergerak tanpa arah yang jelas. AUDUSD dan NZDUSD naik untuk hari ketiga berturut-turut, sedangkan USDCAD stabil setelah tren naik selama lima hari. Saham Asia-Pasifik bergerak melemah meski Wall Street ditutup menguat tajam. Sementara itu, Nasdaq mencatat rekor baru, dan AS sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri pelaporan keuangan triwulanan bagi perusahaan terbuka.
Meski Indeks Dolar AS (DXY) turun ke level terendah tiga minggu dan mencatat penurunan selama tiga hari berturut-turut, EURUSD dan GBPUSD kesulitan mempertahankan kenaikannya. Keduanya hanya sedikit menguat pada awal perdagangan Selasa, meski telah naik selama tiga hari berturut-turut. Keraguan ini kemungkinan dipicu oleh ketidakpastian politik di Prancis, komentar hati-hati dari pejabat Bank Sentral Eropa (ECB), kekhawatiran yang berlanjut terkait Rusia, dan data domestik yang beragam. GBPUSD juga belum sepenuhnya diuntungkan oleh kuatnya penjualan ritel Inggris, karena riset terbaru menunjukkan kondisi ketenagakerjaan yang melemah dan kekhawatiran terhadap pertumbuhan Inggris yang meningkat.
Keputusan para pembuat kebijakan Jepang untuk mengadakan pemungutan suara penuh—alih-alih hanya mengganti Perdana Menteri Ishiba setelah pengunduran dirinya—memicu kembali kekhawatiran politik karena proses ini melibatkan lebih dari 100.000 anggota partai di tingkat akar rumput. Di tengah ketidakpastian tersebut, data terbaru Jepang terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan inflasi yang meningkat, sehingga memperkuat alasan bagi Bank of Japan (BoJ) untuk menaikkan suku bunga pada akhir 2025. Ditambah daya tarik Yen sebagai aset safe haven dan sikap dovish The Fed, faktor-faktor ini menekan USDJPY setelah awal pekan yang bergejolak.



AUDUSD dan NZDUSD naik untuk hari ketiga berturut-turut, didukung sinyal stimulus dari China serta data yang sebagian besar positif dari Australia dan Selandia Baru. Namun, sentimen pasar yang secara umum berhati-hati menjelang sejumlah peristiwa penting pekan ini memperlambat momentum kenaikannya. Sementara itu, USDCAD bergerak stabil setelah mengakhiri kenaikan selama lima hari berturut-turut. Pembicaraan dagang Kanada-China dan rebound minyak mentah WTI—ekspor utama Kanada—membatasi kenaikan lebih lanjut. Reli minyak mentah juga didukung oleh kenaikan produksi OPEC+ yang lebih kecil dari perkiraan.
Emas melanjutkan reli selama tiga hari berturut-turut dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa baru di sekitar $3.657. Kenaikan ini didorong oleh pelemahan dolar AS, permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian perdagangan global dan politik, serta meningkatnya ekspektasi terhadap Federal Reserve yang dovish. Kekhawatiran mengenai independensi Fed dan meningkatnya ketegangan politik AS turut memperkuat momentum emas, terutama setelah harganya menembus level resistance penting yang telah bertahan selama beberapa bulan pada pekan lalu. Level tersebut kini menjadi support di sekitar $3.490.
Sementara itu, minyak mentah WTI melanjutkan pemulihan dari level terendah dalam tiga minggu dan naik untuk hari kedua berturut-turut. Rebound ini didukung oleh kenaikan produksi OPEC+ yang moderat pada Oktober, yang dinilai lebih kecil dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, support teknikal di dekat $61,50, serta permintaan yang lebih kuat dari kilang minyak AS.
Optimisme pasar yang luas terus mendorong aset berisiko lebih tinggi seperti mata uang kripto dan saham, terutama berkat perkembangan yang mendukung industri. Di pasar kripto, meningkatnya minat terhadap stablecoin dan penggunaannya yang semakin luas oleh bagian treasury perusahaan membantu Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) bertahan pada Senin, meski momentum keduanya terbatas pada awal Selasa.
Di pasar saham, saham teknologi seperti Broadcom mendorong Nasdaq mencetak rekor tertinggi baru menjelang acara Apple hari ini dan laporan kinerja Oracle. Dow Jones dan S&P 500 juga naik tipis, didukung ekspektasi bahwa Fed akan bersikap dovish, meski kenaikannya lebih terbatas.
Ke depan, sejumlah peristiwa penting seperti peluncuran produk Apple, laporan laba Oracle, dan revisi tahunan data Nonfarm Payrolls (NFP) oleh Bureau of Labor Statistics (BLS) berpotensi mendorong momentum pasar. Kondisi saat ini mendukung sentimen risk-on dan terus menekan dolar AS. Namun, kejutan negatif dapat memicu reaksi tajam, terutama saat dolar berupaya pulih dari kerugian baru-baru ini.
Pasar juga akan mencermati pemicu risiko lainnya, seperti pengumuman tarif Presiden Trump, proses hukum yang masih dihadapinya, serta perkembangan di Ukraina-Rusia dan Gaza. Para trader sudah mengambil posisi menjelang rilis Indeks Harga Produsen (PPI) AS pada Rabu dan Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Kamis. Data tersebut dapat mempertahankan tren saat ini dan semakin menekan dolar.
Kondisi ini dapat membuat USDJPY tetap berada di bawah tekanan, meski mata uang utama lainnya mungkin kesulitan karena fundamental masing-masing yang beragam. Emas kemungkinan akan tetap bertahan, tetapi minyak mentah dan mata uang kripto bisa terkoreksi jika sentimen risiko berubah.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!