
Pesimisme terkait inflasi AS membuat pasar tetap berada dalam kondisi rapuh dan sebagian besar melemah pada awal Rabu. Kekhawatiran akan langkah hawkish The Fed, di tengah bayang-bayang kekhawatiran ekonomi, dapat memperburuk sentimen.
Dengan demikian, imbal hasil Treasury AS kembali menyentuh level tertinggi bulanan dan memicu pemulihan dolar AS di tengah sesi yang lesu. Hal ini, ditambah suasana hati-hati menjelang sejumlah data AS terkait konsumen dan produksi, turut menekan harga komoditas dan mata uang Antipodean.
Akibatnya, minyak mentah mencatat penurunan terbesar dalam lebih dari sepekan selama tren turun empat hari, sementara harga emas masih tertekan dan kembali mencatat level terendah dalam enam minggu.
Di antara mata uang utama, AUDUSD mencatat penurunan terbesar, dengan kerugian intraday hampir 1,3%. Hal ini disebabkan statusnya sebagai barometer risiko, serta kegagalan Gubernur RBA Philip Lowe meyakinkan pasar bahwa suku bunga masih dapat dinaikkan. NZDUSD dan GBPUSD menyusul. Perlu dicatat bahwa data CPI dan Core CPI Inggris yang lebih rendah memberikan tekanan turun tambahan pada pasangan Cable.
Di sisi lain, saham-saham di kawasan Asia-Pasifik terus melemah mengikuti penurunan di Wall Street. Selain itu, harga mata uang kripto masih tertekan setelah berbalik turun dari level tertinggi mingguan.
Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:



Meski inflasi AS turun selama tujuh bulan berturut-turut secara tahunan (YoY) hingga menyentuh level 2021, pejabat Federal Reserve tampaknya bertekad untuk meredam spekulasi tentang perubahan arah kebijakan dan berhasil menghidupkan kembali permintaan terhadap dolar AS. Pernyataan The Fed juga tidak banyak menghiraukan data yang belakangan melemah dan kekhawatiran akan resesi yang kian dekat. Hal ini kemudian memperkuat sentimen risk-off, mendorong imbal hasil obligasi Treasury AS naik, dan memicu penguatan dolar AS.
Sentimen negatif dan kesaksian hati-hati Gubernur RBA Philip Lowe menyoroti AUDUSD sebagai barometer risiko dan pasangan mata uang G10 dengan kinerja terburuk.
Sementara itu, Inggris mencatat data CPI yang lemah untuk bulan ketiga berturut-turut. Hal ini mengingatkan pada laporan ketenagakerjaan hari sebelumnya yang beragam, yang menyebabkan pasangan GBP/USD mengalami penurunan harian terbesar dalam lebih dari sepekan.
Emas dan minyak mentah gagal menahan penguatan USD dan turun lebih dari 1,0% saat berita ini ditulis, sementara saham belakangan ini melemah.
BTCUSD dan ETHUSD memangkas kenaikan hari sebelumnya di sekitar level tertinggi mingguan, di tengah penguatan dolar AS, kekhawatiran akan regulasi yang lebih ketat, serta sinyal negatif dari industri.
Setelah mencermati angka inflasi utama dari Inggris dan AS, pelaku pasar mungkin menunggu lebih banyak data yang berfokus pada konsumen dari kedua ekonomi utama ini untuk mengonfirmasi pesimisme terbaru. Jika dikonfirmasi oleh data statistik yang akan dirilis, hal ini dapat mendorong Dolar AS melanjutkan kenaikan terbarunya dan menambah tekanan penurunan pada aset yang lebih berisiko, seperti saham, komoditas, serta mata uang Australia dan Selandia Baru.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!