Logout
Apakah anda yakin mau keluar?
MTrading Team • Hari ini

Bullish USDJPY menguji level 145.00 meski imbal hasil lesu

Bullish USDJPY menguji level 145.00 meski imbal hasil lesu

Sentimen terhadap aset berisiko masih negatif seiring menurunnya peluang pemangkasan suku bunga pertama Fed pada Januari dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Namun, faktor-faktor tersebut tidak mendorong imbal hasil naik, tetapi memungkinkan Dolar AS rebound.

Akibatnya, mata uang Antipodean dan komoditas sedikit melemah, tetapi minyak mentah tetap menguat di tengah kekhawatiran akan gangguan pasokan dan penurunan persediaan yang lebih besar. Selain itu, EURUSD dan GBPUSD terbebani oleh bias dovish terhadap European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE).

Di sisi lain, AUDUSD dan NZDUSD terus melemah akibat data Australia yang mengecewakan dan kekhawatiran terkait China, sementara harga emas turun ke level support kunci jangka pendek. Selain itu, Wall Street ditutup bervariasi, sedangkan saham Asia-Pasifik dan futures saham AS mencatat pelemahan tipis.

Aset kripto bergerak bervariasi. Bitcoin mengalami sesi yang volatil, sementara Ethereum tetap menguat menjelang persetujuan ETF spot yang sangat dinantikan.

Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:

  • Minyak Brent melanjutkan pemulihan dari hari sebelumnya di sekitar $94.20, naik 0.65% pada perdagangan intraday hingga saat berita ini ditulis.
  • Harga emas masih berada di bawah tekanan di sekitar $2.028 pada perdagangan terbaru.
  • Indeks USD mencatat kenaikan tipis di sekitar 102.50, melanjutkan kenaikan pada hari sebelumnya.
  • Wall Street ditutup bervariasi, sementara Asia-Pasifik saham sedikit melemah. Namun, saham di Inggris dan Eropa masih sedikit tertekan pada jam pertama perdagangan.
  • BTCUSD mencatat penurunan tipis di sekitar $46,000 setelah berbalik turun dari level tertinggi tahun ini, sementara ETHUSD mencatat tren naik selama tiga hari di $2,380.
Kondisi trading terbaik di industri
Bonus deposit
hingga 200% Bonus deposit 
hingga 200%
Spread
mulai dari 0 pip Spread 
mulai dari 0 pip
Salinan penghargaan
Platform trading Salinan penghargaan
Platform trading
Bergabung sekarang juga

Sejumlah faktor menopang Dolar AS menjelang rilis data inflasi

Defisit perdagangan internasional AS pada Selasa menyusut menjadi -$63,2 miliar, dibandingkan ekspektasi analis sebesar -$65,0 miliar dan angka sebelumnya sebesar $64,5 miliar. Hal ini mendukung pembeli Dolar AS meskipun imbal hasil obligasi kurang mengesankan. Selain itu, Indeks Optimisme Bisnis NFIB AS untuk Desember naik menjadi 91,9 dari 90,6 sebelumnya, melampaui perkiraan pasar sebesar 90,7. Namun, perlu dicatat bahwa Model GDPNow dari Atlanta Fed memperkirakan pertumbuhan AS pada kuartal IV sebesar 2,2%, dibandingkan estimasi 2,5% pada 3 Januari.

Selain data AS yang sebagian besar lebih kuat dan persiapan menjelang rilis CPI AS, ketegangan geopolitik yang meningkat juga mendukung penguatan Dolar AS, di tengah data ketenagakerjaan AS yang positif. Sementara itu, Peru menetapkan status darurat di perbatasan utara dengan Ekuador, negara yang menggunakan Dolar AS sebagai mata uangnya, setelah bos geng terkenal bernama Fito kabur dari penjara dan memicu kerusuhan di seluruh negeri. Senada dengan itu, CNBC memberitakan serangan terbesar oleh teroris Houthi terhadap kapal-kapal dagang di Laut Merah.

Data AS dan penghindaran risiko mendukung dolar AS, sementara perkembangan yang kurang menggembirakan dari Bank Sentral Eropa (ECB) menekan EURUSD. Di sisi lain, indikasi inflasi Jepang yang lebih rendah dan imbal hasil yang melemah gagal meredakan tekanan bagi para penjual USDJPY, sehingga pasangan yen tersebut pulih. Selain itu, GBPUSD melanjutkan penurunan pada hari sebelumnya, sementara pasar bersiap menyimak pidato Gubernur Bank of England (BoE), Andrew Bailey, hari ini.

Dalam perkembangan lain, penurunan persediaan minyak mingguan AS yang lebih besar dari perkiraan, menurut data American Petroleum Institute (API), bersama dengan risiko geopolitik di Laut Merah dan Ekuador, memicu pemulihan harga minyak. Namun, harga emas masih tertekan di tengah sentimen yang lesu dan dolar AS yang menguat.

Menurut studi terbaru ECB, dampak guncangan kebijakan moneter lebih besar terhadap sektor manufaktur daripada sektor jasa. Hal ini mendukung pandangan bahwa sektor manufaktur Eropa sedang memasuki resesi dan menghambat pertumbuhan blok tersebut, serta menegaskan perlunya mengakhiri kebijakan restriktif lebih cepat. Selain itu, pengambil kebijakan ECB Francois Villeroy de Galhau mengatakan bahwa mereka akan memangkas suku bunga tahun ini ketika ekspektasi inflasi telah tertambat kuat pada 2%. Pengambil kebijakan ECB Mario Centeno juga menyebutkan bahwa pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa bisa terjadi lebih cepat daripada perkiraan pasar.

Di sisi lain, upah riil Jepang pada November kembali turun tajam, sebesar 3,0% secara tahunan, mendukung kebijakan moneter longgar BoJ. Selain itu, CPI Australia pada November turun menjadi 4,3% dari 4,9% pada periode sebelumnya dan di bawah perkiraan 4,4%.

Selain itu, Zou Lan, pejabat senior di People’s Bank of China (PBoC), mengisyaratkan pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut dan pemangkasan suku bunga. Hal ini berlawanan dengan berkurangnya kecenderungan dovish The Fed baru-baru ini, yang turut memperkuat pemulihan dolar AS. Perlu dicatat, kabar tentang pelonggaran kebijakan di Tiongkok gagal mendorong Shanghai Composite, yang turun ke level terendah sejak April 2022. Hal ini mendorong pelaku pasar beralih ke dolar AS untuk mencari perlindungan dari risiko.

Terkait aset kripto, BTCUSD mencatat pergerakan yang luar biasa pada hari sebelumnya. Harganya sempat kembali menyentuh level tertinggi dalam beberapa bulan sebelum ditutup melemah, setelah akun pejabat SEC AS diretas dan sempat mengonfirmasi persetujuan ETF spot Bitcoin sebelum membantahnya. Sementara itu, Ethereum tetap menguat di tengah harapan akan masuknya lebih banyak dana.

  • Rekomendasi beli kuat: USDCAD, USDJPY
  • Jual kuat: Minyak Mentah, Dolar AS, GBPUSD
  • Beli: BTCUSD, ETHUSD, Nasdaq, Emas
  • Jual: DAX, FTSE 100, BTCUSD, AUDUSD, EURUSD

Bailey dari BoE menjadi sorotan…

Meskipun kalender ekonomi relatif sepi menjelang rilis data inflasi AS besok, pidato para bankir sentral akan menarik perhatian pelaku pasar. Di antaranya, Gubernur BoE Andrew Bailey akan menjadi sorotan utama karena sebagian besar pejabat BoE bersikap hawkish, meski kekhawatiran tentang Inggris masih membayangi. Jika pembuat kebijakan tersebut mampu meredam kekhawatiran tentang kesulitan ekonomi dan mempertahankan sikap hawkish, GBPUSD mungkin berbalik menguat setelah merugi pada hari sebelumnya. Sementara itu, pernyataan The Fed perlu mempertahankan optimisme ekonomi agar Dolar AS tetap berada pada posisi yang lebih kuat.

Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!